Feeds:
Posts
Comments

Sebelumnya tidak pernah terfikir kalau ilmu fotografi digital lebih rumit daripada yang saya sangka. Dunia digital fotografi menawarkan kemudahan dalam menampilkan, mentransfer, hingga mencetak gambar. Tetapi, saya (dan mungkin banyak orang lain) kemudian dihadapkan pada batasan-batasan (mungkin juga kebalikannya: kekayaan-kekayaan) kemampuan image digital. Salah satu issue yang menarik (imho) dibahas adalah white balance, dikenal juga sebagai color balance, gray balance, atau neutral balance.

Sebelumnya, saya selalu menyetel mode otomatis di kamera untuk pengaturan white balance sampai kemudian seorang teman fotografer menyarankan untuk lebih memperhatikannya. Bersama rekan kerja saya di CF, kami berusaha mempelajari lebih lanjut apa itu white balance dan bagaimana pengaplikasiannya. Saya juga dibantu teman dekat saya dalam mempelajarinya. Lainnya, tentu saja dari paman google!

Mari kita mulai dari apa itu (definisi) dari white balance. Dalam dunia image processing, white balance adalah pengaturan global intensitas warna-warnanya. Dibilang global karena warna-warna yang diatur biasanya adalah warna-warna primer digital (merah, hijau, dan biru). Tujuan utamanya adalah untuk merender warna spesifik (khususnya warna-warna netral) supaya menjadi benar. kata ‘benar’ disini sedikit ambigu dimana yang benar bisa berarti: 1. sesuai warna aslinya (kecuali bagi yang buta warna!) 2. sesuai keinginan kita (sangat-sangat subjektif!).

Jadi gampangnya, white balance berarti ‘perbaikan’ gambar dengan mengatur warna-warna dasar (merah, hijau, biru) atau netral.

Kenapa kita perlu melakukan pengaturan white balance? Hal ini dikarenakan gambar yang direkam oleh kamera (atau video) melalui sensor (baik analog maupun digital) yang memiliki keterbatasan dibandingkan mata manusia. Proses-proses penerjemahan warna yang dilakukan sensor (dalam mesin digital dibantu oleh prosesor) juga menemui berbagai faktor yang membuatnya ‘salah’ (sepertinya kata salah kurang tepat…) merepresentasikan warna, contohnya: kondisi lingkungan, pengaturan mode kamera (atau video), atau bahkan display monitor, dan lain-lain.

=== short break ===

supaya tidak terjadi perdebatan tentang benar tidaknya tampilan warna yang kita bahas, maka saya membatasi standar warna dengan hasil cetakan yang sesuai dengan ‘keinginan’ mata. permasalahan dengan display monitor dan kalibrasinya dilewatkan.

=== short break ===

Terkadang ada pembedaan dalam pengertian antara white balance dengan color balance. Istilah white balance diartikan sebagai pengaturan warna netral, sedangkan color balance diartikan sebagai pengaturan dalam membuat warna-warna lain yang tampil dalam gambar sesuai dengan warna obyek aslinya. Penting untuk diingat bahwa warna-warna netral (gray, achromatic, white) dalam gambar tampak netral pada saat proses produksi gambar (ketika gambar ‘dibuat’).  Jadi, menyeimbangkan warna-warna netral merupakan hal penting saat menyeimbangkan warna (balancing color).

Advertisements

preface:

Ini adalah posting pertama saya sejak CITC di-update. Maaf kalau judulnya masih berbahasa Inggris. Saya memiliki kesulitan dalam menerjemahkannya (meskipun sudah menggunakan Google Translator). Penerjemahan harfiah: ‘Desain Interaktif yang Berpusat pada Logika Pengguna’ bahkan masih belum tepat (menurut saya). Meskipun LUCID tidak melulu membahas interface, artikel ini saya posting karena seringkali kita lupa kalau ‘membuat program’ itu tidak boleh meremehkan tampilan antarmuka. Dalam banyak kasus, sukses tidaknya suatu program (secara market) banyak dipengaruhi dengan faktor ‘user friendly’.

————————————

Logical User-Centered Interactive Design (LUCID) merupakan framework yang dikembangkan oleh Cognetics Corporation. Lucid menyediakan kepada kita sebuah konteks seperti bagaimana mengendalikan produk kita, desain user interface-nya, dan aktivitas usability-nya. Lucid juga menyediakan pada kita latar belakang dan tool-tool yang kita butuhkan dalam mengatur aktivitas-aktivitas tersebut.

Komponen utama Lucid Design adalah ease-of-understanding (meringankan beban kita untuk mengerti) dan ease-to-use (memudahkan kita dalam menggunakan). Lucid Design memfokuskan pada ‘front-end’ dari perangkat lunak: menaksir/mengira-ngira kebutuhan/pensyaratan dari pengguna (user requirement) dan mengembangkan sebuah tampilan, perasaan dan pengarahan aliran (flow) yang mendukung kebutuhan/persyaratan fungsi (function requirements) dari sebuah sistem. Lucid Design tidak begitu mempermasalahkan arsitektur teknis dibandingkan beberapa metodologi (yang telah ditest dgn baik) yang telah ada sebelumnya.

Tipikal proses User-Centered Design memiliki 3 tahapan utama dalam bekerja (analisa, desain, dan evaluasi) dengan iterasi yang berputar ulang antara masing-masing tahapan. Framework Lucid mengizinkan metodologi-metodologi yang spesifik untuk diformulasikan agar dapat mempertemukan pengembangan produk yang berbeda atau berdasarkan kebutuhan organisasi.

Ada 6 jenjang dalam Lucid, yang bersama-sama menyesuaikan dalam sebuah project plan yang meng-cover daur hidup (life-cycle) lengkap dari sebuah proyek. Jenjang-jenjang ini dapat beriterasi, tetapi keduanya tidak lebih dalam dari sebuah iterasi dan untuk keseluruhan proyek, kemampuan untuk menyampaikan dari satu jenjang adalah input untuk masa depan. Sebagai tambahan, aumsi-asumsi tentang para pengguna dan usability requirements dicoba/tes dengan berkelanjutan sepanjang seluruh daur-hidup (life-cycle).

Jenjang-jenjang tersebut adalah:

a. Envision (membayangkan)
Kegiatan dalam memimpikan/membayangkan sebuah produk yang akan dibuat bisa jadi merupakan sebuah aktivitas yang sangat penting. Seringkali hal itu tampak berlebihan, atau terselesaikan dengan tidak sempurna, meninggalkan gap dalam mengartikan lingkup, konsep, dan fungsi. Idealnya, pekerjaan ini dilakukan oleh para stakeholder (termasuk bagian pemasaran, pengembang produk, desain, support, pelatihan dan manajemen produk). Sebagaimana setiap tim mulai bekerja, sangat penting disana mereka saling menyampaikan dan berbagi pandangan.

b. Analyze (menganalisa)
Aktivitas analisa melibatkan semua pengguna dan analisa tugas sama baiknya dengan koordinasi dengan analisa kebutuhan/kepentingan bisnis.

c. Design (mendesain)
Fase desain adalah salah satu yang paling iteratif. Bisa dimulai dari sebuah kunci prototipe sederhana dan berlanjut sampai pada keputusan penting desain akan dibuat.

d. Evaluate and Refine (evaluasi dan perbaikan)
Dalam kunci patok ukur (milestone), evaluasi pengguna sangat penting untuk meyakinkan bahwa produk telah menjawab kebutuhan pengguna.

e. Implement (implementasi)
Aktivitas implementasi melibatkan kreasi dari detil desain dan menyertai spesifikasi-spesifikasi untuk para pengembang sama baiknya dengan memonitor proses pengembangan untuk mencari penyelesaian masalah-masalah yang bisa terjadi.

f. Support (dukungan teknis)
Selama proses desain, para pengguna dapat mendukung aktivitas-aktivitas dengan berpartisipasi dan memberikan masukan. Pemerataan yang sukses dari sebuah produk membutuhkan atensi dari bagaimana pengguna di-support. Merencanakan peluncuran (launching/release), instalasi, kesadaran dan program-program pelatihan dan dukungan awal sebaiknya menjadi bagian dari proyek sejak awal.

————————————

closing:

LUCID bukanlah sebuah teori absolut dalam merancang sebuah interface. Kembali ke awal tulisan, LUCID merupakan framework yang memudahkan kita dalam menyampaikan hasil kita (produk: software) kepada pengguna agar pengguna dapat berinteraksi dengannya. Diharapkan, kita tidak hanya sekedar membayangkan bagaimana pengguna kita bisa menggunakan produk kita dengan baik dan benar (kecuali emang pengen dibikin susah biar ada jasa konsultasi dan maintenance. hehehe….)

cheers…!!!

::: diposting juga di citc :::

Hotel-hotel di Cirebon

yah, tinimbang kosong, lama g posting (keseringan maenan fb & twitter), mending posting info wisata dulu deh…

dari kapan diminta adik cari info tentang hotel2 di cirebon buat temennya yang mau wisata di cirebon, br dapet sore ini (thank’s nima!). tidak begitu lengkap mungkin, karena beberapa hotel menurut saya kurang bagus… tapi ntar ditambahin deh… sekarang yang penting2 dulu hotelnya:

Cirebon Aston Hotel
(lagi dibangun di jalan bypass 😀 )

Grage Hotel ****
(satu kompleks dgn Grage Mall)
0231-222999
JL.R.A Kartini NO.77
Platinum : Rp 8.000.000
Gold Room : Rp 3.000.000
Silver Room : Rp 1.150.000
Fasilitas TOB DAH…!!!

Bentani Hotel ***
0231-203246
Jl Siliwangi 69
Presidential Suite : 1.780.000
Executive Suite : 1.235.000
Suite : 885.000
Superior : 622.500
Executive : 565.000
Standard : 500.000
Extra Bed : 100.000
Fasilitas lengkap,
ada mobil ke stasiun (padahal deket stasiun)

Hotel Apita ***
0231-200748
JL.Tuparev NO.323
Standard : Rp 499.125
Superior : Rp 551.760
Deluxe : Rp 469.770
Junior Suite : Rp 773.190
Suite : Rp 968.000
Family Suite : Rp 1.477.410
Fasilitas lengkap, ada water boom

Zamrud Hotel ***
+62-231-209400 / +62-231-207696
dr. wahidin no.46A Cirebon
(range harga, bisa berubah-ubah)
Deluxe room : Rp 520.000 / 285.000,-
Executive room : Rp 720.000 / 395.000,-
Suite room : Rp 980.000 / 550.000,-
Driver room : Rp 100.000 / 90.000,-
Extra bed : Rp 100.000 / 90.000,-
fasilitas lengkap, dekat mesjid,
ada mobil ke stasiun

Hotel Puri Santika ***
0231-200570
JL. DR. Wahidin SH NO.32
Superior : 765.000
Deluxe : 945.000
Executive : 1.215.000
Deluxe Suite : 2.295.000
Presidential Suite : 4.215.000
EXTRA BED : 230.000
Fasilitas ac,tv,air hangat,breakfast

Patra Jasa Hotel & Cottage ***
0231-209400
JL.Tuparev NO.11
Deluxe : Rp 495.000
Super Deluxe : Rp 685.000
Suite Room : Rp 1320.000
Extra Mattress : Rp 125.000
Driver (per person) : Rp 75.000

Prima Hotel ***
(depan Balaikota, samping DPRD,
dekat stasiun)
0231-208573
jl.siliwangi no.107
Standard : Rp 625.000
Superior : Rp 675.000
Deluxe : Rp 825.000
Suite : Rp 1.100.000
Executive Suite : Rp 1.375.000
Prima Suite : Rp 1.500.000

Hotel Tryas **
0231-232833
JL. RA.Kartini NO.86
(range harga, bisa beruba-ubah)
Superior : Rp 375.000 / 250.000
Deluxe : Rp 500.000 / 300.000
Executive : Rp 600.000 / 350.000
Junior Suite : Rp 800.000 / 450.000
Perempatan Gunung Sari,
dekat Grage Mall, dekat jl Kartini
Ternyata Tryas tuh nama anak yang punya, sekolah di smansa crb, aku pernah diajak oom kunto & oom ame ke rumahnya buat foto2 lulusan…

Hotel Priangan*
Jl. Siliwangi 108
Cirebon 45123
phone: (0231) 202929, 200862
fax.: (0231) 200862
e-mail:hpriangna@yahoo.co.id
Dekat pasar pagi, dekat attaqwa, one of my recommend.
Maaf, room rate belum tersedia 😛

Hotel Mega
Jl.Kusnan No.101 Cirebon Jawa Barat,
Telp/fax.(0231) 209 332
A.Deluxe room Rp.203.000,-nett
B.Standart room Rp.187.000,-nett
Fasilitas; Ac, Televisi, Telephone, Breakfast, Area parkir, HotSpot Area service 24 jam, design minimalis.
Lumayanan, meski tempatnya nyempil di jalan kecil (kusnan). Tidak begitu jauh dari stasiun keretaapi besar Cirebon.

Penta Hotel
(satu gedung dengan Cirebon Mall,
dekat pelabuhan)
0231-203328
JL.Syarif Abdurahman NO.159
Standard : Rp 275.000
Deluxe : Rp 320.000
Super Deluxe : Rp 365.000
Junior Suite : Rp 575.000
Executive Suite : Rp 675.000
Extra Bed : Rp 100.000

Hotel sare sae
0231-206004
Alamat : Jalan Siliwangi No.70 cirebon
Deluxe : 300.000,- nett
Superior : 250.000,- nett
Fasilitas standar,
Interior Eksotik

 

(udah dibongkar, lagi dibangun hotel amaris!)

 

 

Hotel Slamet
(depan stasiun, sederhana & bersih)
0231-203296
Jl. Siliwangi No. 95 Cirebon
Kelas utama A : ac,tv,kulkas,2 bed Rp 175.000,-
Kelas utama B : ac,tv,kulkas,2 bed Rp 150.000,-
Kelas utama c : ac, tv, 2 bed Rp 130.000,-
Kelas ekonomi : fan, tv, 2 bed RP 85.000,-
Extra bed Rp 35.000,-

Hotel Sidodadi
(dekat stasiun, lingkungan asri)
0231-204821
Jalan siliwangi 72 cirebon
Deluxe : Rp 300.000,-
Superior : Rp 248.000,-
Standard : Rp 203.000,-
Moderate : Rp 160.000,-
Fasilitas ac,tv,air hangat,breakfast

Hotel Aurora Baru
(dekat stasiun)
+62-231-233143
Jalan siliwangi no. 62
Standart : Rp 140.000,- 2 bed
VIP : Rp 150.000,- 2 bed
Family : rp 180.000,- 3 bed
Fasilitas ac,tv,air hangat,breakfast

Hotel Langen Sari
(depan alun-alun Cirebon)
0231-201818
Jalan siliwangi no. 127-129 cirebon
Medium : Rp 200.000,- / Rp 300.000,-
Superior : Rp 250.000,- / Rp 400.000,-
Deluxe : Rp 300.000,- / Rp 500.000,-
Extra Bed : Rp 75.000,-

Hotel Wisma Bahtera
(cangkring, 5m dr jl Kartini)
0231-231920
Jl. Cangkring I no.7
Standart : Rp 150.000,-
Deluxe : Rp 200.000,-
Fasilitas bagus & bernuansa BALI

Hotel Asri
(satu gedung dengan Asia Supermarket)
VIP Kolam : Rp 349.000
VIP Taman : Rp 299.000
Standard Kolam : Rp 259.000
Standard Taman : Rp 239.000
*ngga tau jelas, dpt info dr tmn*

Permata Hijau
(dekat sd kebon baru,
eks Hotel Pinus punya papanya temen Ami
-Isabela tah siapa namanya-)
0231-200215
JL.Veteran N0.32
Family : Rp 450.000
Superior : Rp 300.000
Romantic : Rp 275.000
Deluxe : Rp 250.000
Standard : Rp 200.000
Extra bed : Rp 65.000
Fasilitas standar, dekat alun2 At-Taqwa

Hotel Cordova
+62-231-204677 / +62-231-201506
(depan stasiun ka Cirebon) Jalan siliwangi no.87-89
Ekonomi class Rp 50.000,-
Standart room Rp 70.000,-
Superior room Rp 150.000,-
Deluxe room Rp 160.000,-
Special deluxe Rp 170.000,-
Suite room Rp 200.000,-
Fasilitas dari superior ke atas ber AC

Hotel Sunyaragi
0231-484448
JL.Evakuasi NO.65
Petite House : Rp 425.000
Deluxe : Rp 300.000
Moderate : Rp 285.000
Standard : Rp 275.000
Driver : Rp 85.000
EXTRA BED : Rp 100.000
Dekat Gua Sunyaragi, agak jauh dari stasiun kereta

Waduh! Merekayasa perangkat lunak ternyata jauh lebih sulit dari yang pernah saya bayangkan sebelumnya! Apakah nasib menempatkan sebagian besar ‘tukang_komputer’ mentok sebagai programmer doank? Gak nahan lah…

Mungkin ini bukan jawaban yang benar-benar bisa dijadikan senjata utama, tapi, dari banyak masukan (terutama dosen lah…!!!), Object-oriented Analysis and Design (OOAD) serasa memberikan angin segar.  Sedikit refreshing tentang OOAD, sebuah pendekatan merekayasa perangkat lunak (software engineering)yang memodelkan sebuah sistem sebagai sebuah kelompok obecjt-object yang saling berinteraksi (that’s why we call it object oriented lah…!!!). Setiap object merepresentasikan beberapa entity dari ketertarikan pada sistem yang sedang dimodelkan, dan dikarakterisasi  oleh class-nya, dan state-nya (data elements) dan behaviour-nya. Kalau menurut forum organisasi OOAD  sih, In simple terms, OOAD is the art of designing and building programs for an extended lifetime. Wooo… 

Well, however, banyak sekali notasi-notasi untuk  model ini, seperti yang akan kita bahas disini: UML.

Sebenarnya, merancang bangun perangkat lunak (untuk selanjutnya saya pakai saja kata ‘software’ daripada ‘perangkat lunak’) tidak begitu jauh dengan pekerjaan arsitektur: perpaduan teknik dan seni. Bedanya, perkembangan teknologi software berakselerasi jauh lebih cepat daripada ilmu membangun jembatan. Seriously, tanpa meremehkan para arsitek, software engineering relatif lebih kompleks. However, cara kerja arsitek yang merancang desainnya di sebuah papan besar atau computer aided design (CAD) mungkin bisa dianologikan dalam merancang bangun sistem.  Disinilah kita merunut kepada UML.

UML diterjemahkan sebagai bahasa spesifikasi standar untuk mendokumentasikan, menspesifikasikan, dan membangun sistem perangkat lunak. UML tidak berdasarkan pada bahasa pemrograman tertentu. Standar spesifikasi UML dijadikan standar defacto oleh OMG (Object Management Group) pada tahun 1997.UML yang berorientasikan object mempunyai beberapa notasi standar.

Ai

by Doel Sumbang

Arek Mungkir Euweuh Alesan Keur Mungkir
Asep Endag Ku Ai
Hese Bohong Rumasa Teu Bisa Bohong
Asep Oleng Ku Ai
Ayeuna Sisiga Nu Kabedil Ku Jangjawakan
Kapanah Ku Kinasihan
Lieur Ku Ai
Kabedil Ku Jangjawakan
Kapanah Ku Kinasihan
Gelo Ku Ai
Samara Sasamar Polah
Teu Bisa Dipapaleutkeun
Teu Bisa Dibebenjokeun
Nu Aya Dina Lamunan Beurang Peuting
Ukur Ai
Rumasa Teu Bisa Mungkir
Asep Oyag-oyagan Ku Ai
Rumasa Teu Bisa Bohong
Asep Eundeug-eundeugan Ku Ai
Tue Bisa Mungkir Jeung Bohong
Nu Aya Dina Hate Asep Ngan Ukur Ai

Abstrak:

Strategi penggunaan IT telah menjadi isu fundamental di setiap lini bisnis. IT dapat mengubah sifat dasar alami dari sebuah industri. Efektifitas dan efisiensi penggunaan IT membutuhkan alignment (utk kemudian saya pakai kata “sejajar”)) antara strategi IT dan strategi bisnis, sesuatu yang belum pernah dilakukan sebelumnya dalam pendekatan bisnis tradisional. Banyak metode-metode baru yang tersedia. Strategi men-sejajajar-kan framework menggunakan Strategic Alignment Model untuk mencerminkan gambaran bahwa kesuksesan bisnis sangat bergantung dengan keterkaitan strategi bisnis, strategi IT, infrasutruktur dan proses organisasi, dan infrastruktur dan proses IT. Dalam paper, kita diajak untuk melihat kenapa hal ini tidak dapat berjalan dengan baik terhadap apa saja dalam area ini dalam isolasi atau hanya sekedar pengharmonisan strategi bisnis dan IT. Salah satu alasan adalah seringkali menempatkan terlalu banyak perhatian terhadap it dibandingkan bisnis, manajemen, dan isu-isu organisasi. Tujuan utamanya adalah untuk membangun sebuah struktur organisasi dan set dari proses bisnis yang mencerminkan kebebasan dari strategi perusahaan dan kemampuan-kemampuan IT. Perhatiannya terbayar dengan keterkaitan dari IT dengan perusahaan dapat secara signifikan berdampat pada tingkat kompetisi dan efisiensi bisnis. Issue esensialnya adalah bagaimana IT dapat meningkatkan level kompetisi dan keuntungan strategis dari perusahaan.

Review:

Perubahan-perubahan yang besar dan sangat cepat terjadi dan memberi dampak besar di berbagai bidang. Hal ini memberikan gambaran kepada kita bahwa keseimbangan dan kestabilan menjadi hal langka. satu-satunya yang tidak berubah adalah perubahan itu sendiri. Impact dan gelombang suksesif dari pengaruh (ripple effect) yang mana perubahan-perubahan ini sedang berlangsung menjadi substansial. Cepatnya perubahan-perubahan yang terjadi telah membuat (bila tidak bisa dikatakan memaksa) perusahaan-perusahaan (berlaku juga terhadap pelaku bisnis pribadi) untuk menyambut tantangan-tantangan baru tersebut dan menangkap kesempatan-kesempatan yang terdapat di dalamnya. Paper ini mengantar kita ke bahasan dengan pertanyaan: Are you and your organization moving in a way that is appropriate and fast enough to keep pace with the changes driving business transformation?

Change driving business transformations

Maksud dari suksesi di dalam sebuah kompetisi tercepat-menjadi-besar-yang-pernah-terjadi, lingkungan global adalah secara konstan telah dieksplorasi oleh para eksekutif. Halangan-halangan tradisional seperti batas negara, nilai tukar mata uang, regulasi dan peraturan, kekuatan tenaga kerja manusia yang besar, dan skala ekonomi pernah menjadi pelindung bisnis sedang mengalami keruntuhan dan sangat mungkin akan punah selamanya. Intinya, untuk bisa berkompetisi dalam lingkungan ini membutuhkan transformasi dari bisnis. 6 bahasan yang bisa dijadikan ilustrasi mengenai hal ini:

1. Perbedaan mendasar antara bisnis kecil dan bisnis besar semakin tidak jelas. Perusahaan kecil yang lincah saat ini berkompetisi dengan perusahaan besar. Aliansi antara perusahaan besar dan kecil semakin banyak terjadi. Aliansi strategis dan dukungan kerjasama bisnis melalui transformasi ini dengan cara joint venture, kepemilikan saham-saham kecil, sindikat-sindikat/perkongsian, pertukaran-pertukaran knowledge, dan sejenisnya.

2. Globalisasi dari perusahaan-perusahaan yang mencerminkan pandangan dari sebagian besar bisnis akan berkompetisi dalam lingkungan tanpa batas (sebuah ungkapan yang mungkin telah banyak dimengerti oleh kita). Persaingan antar perusahaan mengalami percepatan sebagai batasan-batasan global mulai menghilang.

3. Perubahan tipikal perkerja yang dulunya dibedakan sebagai white collar (karyawan staff) dan blue collar (buruh) menjadi para pekerja yang memiliki knowledge. Para pekerja yang memiliki knowledge sebagai contoh adalah dia yang memiliki kemampuan tinggi terhadap fokus ke pelanggan, self-disciplined (Secara kasar bisa dianggap sebagai penjurusan) yang semakin kompleks, tanggung jawab special yang besar membentuk modal terhadap kemampuan intelektual. Perusahaan-perusahaan menghargai karyawan terhadap pengetahuannya daripada sebanyak apa bawahan yang disupervisi.

4. Gaya kepemimpinan dan pengetahuan telah berubah dari gaya bos yang mengatur bawahan menjadi pelatih yang memberi inspirasi, memandu, dan mengembangkan cara meraih goal, prioritas, dan standar.

5. Goal dari melayani cakupan terbesar dari kebutuhan pelanggan dalam sebuah biaya-efektif dan cara yang responsif merepresentasi sebuah pergantian ke strategi-strategi kompetitif baru. Salah satu yang tampak mudah terlihat adalah gaya produksi massal telah berubah menjadi cara baru yang demikian penting yaitu item penuh kustomisasi (memiliki banyak pilihan untuk diubah sesuai keinginan/kebutuhan).

6. Peringkat terhadap teknologi-teknologi baru diperkenalkan mengalami peningkatan sebesar 20-30% setiap tahunnya, berdampak terhadap permintaan untuk menggunakan teknologi state-of-the-art secara strategis dan mengakselerasi inovasi.

The role of information technology in transforming the enterprise

IT telah diterima secara umum peraturan yang mengelilingi peralatan-peralatan elektronik yang berkembang pesat, aplikasi-aplikasi, dan pelayanan-pelayanan yang digunakan perusahaan untuk mentransfer informasi dan knowledge.

Posting ini tidak begitu erat kaitan pembahasannya dengan posting sebelumnya tentang Trend in Software Engineering, tapi menarik bagi saya untuk mempublikasikannya.

Search Engine Optimization
Saya sejujurnya sangat dipengaruhi oleh search engine dalam menggali informasi di internet. Tidak bisa dipungkiri, salah satu yang menjadi penentu adalah trend. Trend disini berkaitan dengan popularitas suatu web. Tentu saja tidak dipungkiri bahwa kesesuaian konten web dengan meta data berpengaruh dalam mendongkrak popularitas.
Yang ingin saya sampaikan adalah: ketika saya mencari-cari bahan postingan saya tentang Trend in Software Engineering, mesin pencari telah dengan sendirinya meberi petunjuk tentang hal itu dengan menampilkan web-web yang popular mengenainya. Keyword yang berpengaruh disini adalah “trend”. Dan tentunya “define:”. Hehehe… Pastinya, hal in imengingatkan saya dengan postingan di blog teman saya.

Job Trend for Software Engineer

jobs trend software engineer

jobs trend software engineer


Ini merupakan hasil survey, dan saya belum sempat membedah sistem survey di web tersebut. Tapi yang jelas, dari gambar di atas terlihat bahwa jobs trend untuk software engineer mengalami penurunan. Silakan kunjungi link ini.